0812 1400 1500 / 0812 1515 0097 asshofajogja@yahoo.com

Prosesi Umroh

  • Setelah melalui perjalanan jauh dari tanah air maka setelah rombongan sampai di kota Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Madinah.
  • Setibanya di Madinah, setelah check in di hotel dan beristirahat sejenak, para jamaah bisa langsung menuju ke Masjid Nabawi untuk memperbanyak ibadah sholat dan ziarah ke Makam Rasulullah SAW. Tentunya kita semua tak lupa untuk berdo’a di Raudhah, yaitu tempat yang terletak di antara mimbar masjid dan rumah Rasul (sekarang: Makam Rasul).  Kiranya inilah tempat yang paling tepat untuk bermunajat, berdo’a memohon kepada Sang Khaliq. Bagi mereka yang berdo’a di Raudhah maka Alloh akan mendengarkan do’a itu dan mengabulkannya.
  • Ziarah ke masjid Quba, yaitu masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW, selanjutnya ke masjid Qiblatain (dua qiblat) dimana di masjid inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah untuk merubah arah qiblat ayng semula mengarah ke Masjidil Aqsha di Palestina diubah ke arah Masjidil Haram di Makkah.
  • Kemudian wisata rohani ini dilanjutkan ke Sab’ah, Jabal Magnet, Jabal Uhud yakni lembah gunung tempat dimana terjadinya perang antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy dan ziarah ke Makam Syuhada Uhud.
  • Tak lupa kita akan dibawa ke Masjid Tujuh (Khandaq), Percetakan Al Qur’an, Pasar Kurma untuk melihat kebun kurma dan membeli kurma serta oleh-oleh lainnya untuk dibawa pulang ke tanah air.
  • Di dalam melanjutkan perjalanan ke Makkah, rombongan akan berhenti sejenak di Adbyar Ali atau Bir Ali (sumur Ali) yaitu tempat dimana para jamaah mengambil miqot (start awal melakukan ibadah Umroh).
  • Sesampai di kota Makkah, rombongan langsung check in di hotel dan beristirahat sejenak, selanjutnya mengerjakan umroh yang pertama. Di Makkah para jamaah dianjurkan memperbanyak ibadah sholat di Masjidil Haram. Selama berada di Makkah, para jamaah umroh diajak berziarah ke Padang Arafah, Jabal Rahmah dimana terdapat tugu peringatan bahwa di situlah tempat bertemunya manusia pertama yaitu Adam dan Hawa.
  • Perjalanan ziarah di Makkah dilanjutkan ke Mina dan Muzdalifah, dan mengunjungi Gua Hira yaitu tempat Nabi Muhammad SAW petama kalinya menerima wahyu dari Allah. 
  • Tak lupa juga mengunjungi Jabal Tsur yakni tempat dimana Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar berlindung di gunung tersebut pada saat dikejar-kejar oleh kaum kafir Quraisy yang hendak membunuhnya dalam perjalanan Hijrah ke Madinah.
  • Masjid Ji’ronah tempat kita akan mengambil Miqot dalam rangka melaksanakan ibadah Umroh yang kedua.
  • Sebelum meninggalkan Makkah untuk pulang, kita melaksanakan Thawaf Wada’ (untuk berpamitan). 
  • Selanjutnya perjalanan menuju Jeddah untuk mengikuti City Tour, antara lain mengunjungi Laut Merah, Masjid Terapung, Shopping Center Balad dan Corniche.

Prosesi Haji Plus/ONH

Haji adalah rukun Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Ibadah haji tersebut setiap tahunnya dilaksanakan oleh kaum muslim sedunia bagi mereka yang mampu, baik mampu secara material, fisik, maupun ilmu atau pengetahuannya. Musim haji berlangsung pada bulan Dzulhijjah, sedangkan ibadah umrah bisa dilaksanakan sewaktu-waktu di luar bulan itu. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah yaitu ketika para jamaah bermalam di Mina, Wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah melakukan lempar Jumrah yaitu merupakan simbolisasi mengusir setan dengan lemparan batu. Pada saat yang bersamaan umat muslim di Indonesia merayakan  hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji. Dengan terbatasnya kuota Jamaah Haji Indonesia, dimana minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji semakin bertambah dari tahun ke tahun, hal ini menyebabkan tertundanya para calon jemaah haji Indonesia menjadi 5 atau 6 tahun mendatang bahkan di daerah tertentu bisa tertunda sampai dengan 9 tahun.  Melalui program Haji Khusus atau Haji Plus yang diselenggarakan oleh beberapa Biro Perjalanan memberi kesempatan kepada calon jamaah haji Indonesia untuk tidak menunggu waiting list hingga berlama-lama. Fasilitas akomodasi dan transportasi selama di Arab Saudi dijamin sangat baik, yaitu menginap di hotel bintang 5, bus Full-AC, catering menu masakan Indonesia. Durasi waktu yang digunakan relatif pendek dibandingkan haji reguler, yaitu kurang lebih 24 hari termasuk perjalanan.

SYARAT HAJI

  • Islam
  • Baligh (dewasa)
  • Aqil (berakal)
  • Merdeka (bukan budak)
  • Istitha’ah (mampu)

RUKUN HAJI

Rukun haji adalah kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam proses ibadah haji, apabila salah satu rukun tersebut tidak dikerjakan maka hajinya dianggap tidak sah.  Rukun haji tersebut antara lain adalah:

  • Ihram : Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh berada di miqat.
  • Wukuf di Arafah : Berdiam diri dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
  • Tawaf Ifadah : Mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  • Sa’i : Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dan dilakukan setelah Tawaf Ifadah.
  • Tahallul : Bercukur atau menggunting rambut rambut, dilaksanakan setelah Sa’i.
  • Tertib : Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

WAJIB HAJI

  • Niat Ihram, dilakukan setelah berpakaian ihram.
  • Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah.
  • Melempar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
  • Mabit di Mina pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).
  • Melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.
  • Tawaf Wada.
  • Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram.

Urut-urutan kegiatan utama di dalam ibadah haji antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  • 8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
  • 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
  • 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
  • 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).

TIPS

Prosesi ibadah haji merupakan aktifitas ritual yang memakan waktu cukup panjang dan membutuhkan kekuatan fisik yang prima.  Karena itu, para jamaah disarankan untuk menjaga kesehatannya dengan melakukan latihan fisik yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.  Selain itu, jamaah juga diminta memahami betul rangkaian proses haji ini sehingga di dalam pelaksanaannya nanti tidak menemui kesulitan. Untuk menunjang kelancaran proses ibadah haji, baik ketika mereka berada di Makkah, Madinah, maupun di Armina, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin dapat bermanfaat bagi para jamaah.

  • Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia.
  • Mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakalan atau kepasrahan kepada Allah SWT.
  • Mempersiapkan biaya, baik yang digunakan selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan.
  • Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
  • Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
  • Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.
  • Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup).
  • Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya perihal manasik haji.
  • Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
  • Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu.

TAWAF

  • Haruslah dalam keadaan suci atau dalam keadaan berwudhu.
  • Usahakan jangan sampai terlepas dari rombongan dan selalu dekat dengan mahramnya, yaitu suami, istri ataupun ibu kalau bisa selalu bergandengan tangan.
  • Jamaah wanita ditempatkan di depan, jangan dibiarkan berada di belakang.
  • Sebelumn memulai tawaf, sebaiknya tentukan tempat bertemu setelah tawaf .  Hal ini untuk mengantisipasi jika terlepas dari rombongan.
  • Untuk menghindari agar tidak lupa akan hitungan putaran, jamaah sebaiknya menghitung dengan jari tangan yang dilipat atau dengan menggunakan tasbih yang hanya terdiri atas tujuh buah, atau memakai alat penghitung (counter) yang banyak dijual di sekitar masjid.
  • Posisi terbaik tawaf adalah selalu menghadap Ka’bah. Allah akan memberikan pahala yang besar dan Allah akan menurunkan 80 rahmat.
× Chat Whatsapp